Kejari Sukabumi Kembali Gelar Sidang Korupsi PD. Waluya Jilid 2

Pada Hari Rabu Tanggal 14 Mei 2014 bertempat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung kembali digelar sidang perdana kasus Tindak Pidana Korupsi penyalahgunaan keuangan di PD. Waluya Sukabumi tahun 2010. Sidang perdana Korupsi PD. Waluya Jilid 2 ini menghadirkan dua orang terdakwa yang sebelumnya sempat buron yaitu terdakwa YAYAN SOFIYANDI, DIPL.ATP Bin PUPUNG SYAEFULOH dan terdakwa DIKDIK Bin ADE BASRI dimana keduanya sempat menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Sukabumi.

Kedua terdakwa berhasil diringkus tim gabungan Kejaksaan Negeri Sukabumi dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Para terdakwa terebut ditangkap di tempat yang berbeda dimana terdakwa DIKDIK Bin ADE BASRI ditangkap di Toko Sweet Sunnah daerah Pacet Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat, sedangkan terdakwa  YAYAN SOFIYANDI, DIPL.ATP Bin PUPUNG SYAEFULOH ditangkap di    Terminal 1-A Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta.

Setelah melalui proses penyidikan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Sukabumi dan berkasnya  dinyatakan Lengkap oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), selanjutnya kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan keuangan di PD. Waluya tahun 2010  yang mengakibatkan kerugian Negara kurang lebih sebesar 2,3 Milyar ini dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk disidangkan.

Sidang Perdana dengan agenda pembacaan surat Dakwaan oleh JPU Kejaksaan Negeri Sukabumi ini dipimpin oleh majelis yang sama yaitu masing-masing MARUDUT BAKARA, SH.,MH.(ketua Majelis), D. PANJAITAN, SH.,LLM (Anggota), YANUAR ANADI, SH.,MH (anggota) hanya saja untuk Panitera Pengganti masing-masing terdakwa ditangani oleh orang yang berbeda yaitu SUPRIYADI, SH dan MAMAN SUPRATMAN. Sidang perdana Tindak Pidana Korupsi penyalahgunaan keuangan di PD. Waluya Sukabumi tahun 2010Jilid 2 ini dihadiri berbagai elemen masyarakat mulai dari unsur Pegawai PN Tipikor, keluarga terdakwa, pers, dan LSM. Dalam sidang perdana ini para terdakwa didampingi oleh penasehat hukumnya masing-masing.

Sidang akan dilanjutkan hari Rabu mendatang tanggal 21 Mei 2014 dengan agenda pembacaan nota keberatan (Eksepsi) oleh penasehat hukum masing – masing terdakwa atas Surat Dakwaan yang dibacakan JPU.